Senin, 24 Mei 2021

LAPORAN PENDAHULUAN PENERIMAAN PASIEN BARU AYU PRAGISTA R., S.Kep.

                                                     LAPORAN PENDAHULUAN

PENERIMAAN PASIEN BARU

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                            

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh:

AYU PRAGISTA RAHMAWATI, S.Kep

4012210010

 

 

 

 

 

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA PUTERA BANJAR PROGRAM PROFESI NERS

2021


PENERIMAAN PASIEN BARU

 

 

1.          Pengertian Penerimaan Pasien Baru

Penerimaan pasien baru adalah suatu cara dalam menerima kedatangan

 pasien baru pada suatu ruangan. Dalam penerimaan pasien baru disampaikan beberapa hal mengenai orientasi ruangan, perawatan, medis dan tata tertib ruangan.

 

2.          Tujuan

a.       Menerima dan menyambut kedatangan pasien dengan senyum dan salam

b.      Membina hubungan saling percaya

c.       Meningkatkan komunikasi terapeutik antara perawat, keluarga dan pasien

d.      Mengetahui kondisi pasien secara umum

e.       Melakukan atau melengkapi pengkajian pasien baru

f.       Mengurangi kecemasan keluarga dan pasien

 

3.          Tahapan Penerimaan Pasien Baru

a.       Tahap pra penerimaan pasien baru

1)      Menyiapkan kelengkapan administrasi

2)      Menyiapkan kelengkapan kamar sesuai pesanan

3)      Menyiapkan lembar penerimaan pasien baru

4)      Menyiapkan lembar serah terima pasien dari ruangan lain catatan medik, obat, alat, hasil pemeriksaan penunjang, catatan khusus dll (

5)      Menyiapkan format pengkajian

6)      Menyiapkan informed consent sentralisasi obat.

7)      Menyiapkan nursing kit

8)      Menyiapkan lembar tata tertib pasien dan pengunjung serta sarana dan prasarana yang ada di ruangan.

9)      Menyiapkan lembar inventaris

b.      Tahap pelaksanaan penerimaan pasien baru

1)      Pasien datang di ruangan diterima oleh kepala ruangan atau perawat primer atau perawat yang diberi delegasi.

2)      Perawat memperkenalkan diri kepada pasien dan keluarganya.

3)      Perawat menunjukkan kamar atau tempat tidur pasien dan mengantar ke tempat yang telah ditetapkan.

4)      Perawat bersama karyawan lain memindahkan pasien ke  tempat tidur ( apabila pasien datang dengan branchard atau kursi roda ( dan berikan posisi yang nyaman

5)      Perawat PP menerima obat, alat, hasil pemeriksaan penunjang yang dan catatan khusus dari perawat yang mengantar kemudian mendokumentasikan pada lembar serah terima pasien dari ruangan lain dan penandatanganan antara perawat sebelumnya dengan PP.

6)      Perawat PP atau PA melakukan pengkajian terhadap pasien sesuai dengan format.

7)      Perkenalkan pasien baru dengan pasien baru yang sekamar.

8)      Setelah pasien tenang dan situasi sudah memungkinkan perawat memberikan informasi secara lisan, kepada pasien/keluarga diajak orientasi ruangan dan keluarga tentang orientasi ruangan, perawatan ( termasuk perawat yang bertanggung jawab dan sentralisasi obat(, medis ( dokter yang bertanggung jawab dan jadwal Visite (, tata tertib di ruang.

9)      Perawat menanyakan kembali tentang kejelasan informasi yang telah disampaikan Apabila pasien atau keluarga sudah jelas, maka diminta untuk menandatangani lembar informed concent sentralisasi obat.

 

4.          Hal-hal  Yang Perlu Diperhatikan

a.       Pelaksanaan secara efektif dan efisien

b.      Dilakukan oleh kepala ruangan, perawat primer atau perawat pelaksana yang telah diberi wewenang atau delegasi.

c.       Saat pelaksanaan tetap menjaga privasi pasien.

d.      Saat berkomunikasi dengan pasien dan keluarga tetaplah tersenyum dan gunakan komunikasi terapeutik.

 

5.          Peran perawat dalam penerimaan pasien baru

a.       Kepala ruangan

1)      Mendelegasikan kepada PP atau PA

2)      Memperkenalkan PP atau PA

3)      Menerima pasien baru

b.      Perawat primer 

1)      Menerima telepon dari rekam medik /  IGD / Poliklinik

2)      Menyiapkan lembar serah terima dan penerimaan pasien baru

3)      Menandatangani lembar penerimaan pasien baru

4)      Menerima obat, alat, hasil pemeriksaan penunjang yang dibawa dan catatan khusus.

5)      Melakukan  pengkajian, membuat  diagnosa keperawatan, intervensi dan implementasi keperawatan pada pasien baru.

6)      Mengorientasikan pasien dan keluarga tentang tata tertib ruangan, situasi dan kondisi ruangan.

7)      Memberi penjelasan tentang perawat dan dokter yang bertanggungjawab dan memperkirakan hari perawatan jika memungkinkan.

8)      Memberikan penjelasan tentang sentralisasi obat pada pasien


9)      Mendokumentasikan penerimaan pasien baru

c.       Perawat associate

Membantu perawat primer dalam pelaksanaan penerimaan pasien baru,melakukan pengkajian dan pemeriksaan fisik pada pasien

 

6.          Alur Penerimaan Pasien Baru

 

Pra

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

        Pelaksanaan

 



  

Post

 

 

 

 

7.          Memindahkan Pasien Saat Menerima Pasien Baru Dari IGD Untuk Dipindahkan Ke Ruang Rawat Inap.

a.       Pengertian memindahkan pasien

Mobilisasi merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak bebas, mudah, teratur, mempunyai tujuan memenuhi kebutuhan hidup

aktivitasnya guna mempertahankan kesehatannya (A.Aziz, 2001).

Sebaliknya keadaan imobilisasi adalah suatu pembatasan gerak atau keterbatasan fisik dari anggota badan dan tubuh itu sendiri dalam berputar, duduk dan berjalan, hal ini salah satunya dsebabkan oleh berada pada posisi tetap dengan gravitasi berkurang seperti saat duduk atau berbaring.

Memindahkan pasien merupakan suatu kegiatan yang dilakukan pada klien (pasien) dengan kelemahan fungsional untuk berpindah dari kursi roda ke tempat tidur atau dari tempat tidur ke brangkar.

b.      Tujuan

1)      Melatih otot skelet untuk mencegah kontraktur atau sindrom disuse,

2)      Mempertahankan kenyamanan pasien,

3)      Mempertahankan kontrol diri pasien,

4)      Memindahkan pasien untuk pemeriksaan(diagnostik, fisik, dll.),

5)      Memungkinkan pasien untuk bersosialisasi,

6)      Memudahkan perawat yang akan mengganti seprei (pada pasien yang toleransi dengan kegiatan ini), dan

7)      Memberikan aktifitas pertama (latihan pertama) pada pasien yang tirah baring (memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda atau sebaliknya).


DAFTAR PUSTAKA

 

 

Gillies. 1989. Manajemen Keperawatan Suatu Pendekatan Sistem. Alih bahasa :

Dika Sukmana . Jakarta

Nursalam, 2002. Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktek Keperawatan Profesional. Jakarta : Salemba Medika

Perry,Potter. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta. EGC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar