LAPORAN PENDAHULUAN
PENERIMAAN PASIEN BARU

Disusun Oleh:
AYU PRAGISTA RAHMAWATI, S.Kep
4012210010
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA PUTERA BANJAR
PROGRAM PROFESI NERS
2021
PENERIMAAN PASIEN BARU
1.
Pengertian Penerimaan Pasien Baru
Penerimaan pasien
baru adalah suatu cara dalam menerima kedatangan
pasien
baru pada suatu ruangan. Dalam penerimaan
pasien baru disampaikan beberapa
hal mengenai orientasi ruangan, perawatan, medis
dan tata tertib ruangan.
2.
Tujuan
a. Menerima dan menyambut kedatangan pasien dengan senyum dan salam
b. Membina hubungan
saling percaya
c. Meningkatkan komunikasi terapeutik antara perawat,
keluarga dan pasien
d. Mengetahui kondisi
pasien secara umum
e. Melakukan atau melengkapi pengkajian pasien baru
f. Mengurangi kecemasan keluarga dan pasien
3.
Tahapan Penerimaan Pasien Baru
a. Tahap pra penerimaan pasien baru
1) Menyiapkan kelengkapan administrasi
2) Menyiapkan kelengkapan kamar sesuai pesanan
3) Menyiapkan lembar
penerimaan pasien baru
4) Menyiapkan lembar
serah terima pasien dari ruangan
lain catatan medik, obat, alat,
hasil pemeriksaan penunjang, catatan khusus dll (
5) Menyiapkan format
pengkajian
6) Menyiapkan informed
consent sentralisasi obat.
7) Menyiapkan nursing
kit
8) Menyiapkan lembar tata tertib pasien dan pengunjung serta sarana dan prasarana
yang ada di ruangan.
9) Menyiapkan lembar inventaris
b. Tahap pelaksanaan penerimaan pasien baru
1) Pasien datang di ruangan
diterima oleh kepala ruangan atau perawat primer atau perawat yang diberi delegasi.
2) Perawat memperkenalkan diri kepada pasien
dan keluarganya.
3) Perawat menunjukkan kamar atau tempat tidur pasien
dan mengantar ke tempat yang telah ditetapkan.
4) Perawat bersama
karyawan lain memindahkan pasien ke tempat tidur ( apabila pasien datang dengan branchard atau kursi roda ( dan berikan posisi yang nyaman
5) Perawat PP
menerima obat, alat, hasil pemeriksaan penunjang yang dan
catatan khusus dari perawat yang mengantar kemudian mendokumentasikan pada lembar serah terima pasien dari ruangan lain dan penandatanganan antara perawat
sebelumnya dengan PP.
6) Perawat PP atau PA melakukan pengkajian terhadap pasien sesuai dengan format.
7) Perkenalkan pasien baru dengan pasien baru yang sekamar.
8) Setelah pasien tenang dan
situasi sudah memungkinkan perawat memberikan informasi secara lisan, kepada pasien/keluarga diajak orientasi ruangan
dan keluarga tentang
orientasi ruangan, perawatan
( termasuk perawat yang bertanggung jawab dan sentralisasi obat(, medis ( dokter yang bertanggung jawab dan jadwal Visite (, tata tertib di ruang.
9) Perawat menanyakan
kembali tentang kejelasan informasi yang telah
disampaikan Apabila pasien atau
keluarga sudah jelas, maka diminta
untuk menandatangani lembar informed concent
sentralisasi obat.
4.
Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan
a. Pelaksanaan secara efektif dan efisien
b. Dilakukan oleh kepala ruangan, perawat
primer atau perawat
pelaksana yang telah diberi
wewenang atau delegasi.
c. Saat pelaksanaan tetap menjaga privasi pasien.
d. Saat berkomunikasi dengan pasien dan keluarga tetaplah
tersenyum dan gunakan komunikasi terapeutik.
5.
Peran perawat dalam penerimaan pasien baru
a. Kepala ruangan
1) Mendelegasikan kepada PP atau PA
2) Memperkenalkan PP atau PA
3) Menerima pasien baru
b. Perawat primer
1) Menerima telepon dari rekam medik / IGD / Poliklinik
2) Menyiapkan lembar
serah terima dan penerimaan pasien
baru
3) Menandatangani lembar penerimaan pasien baru
4) Menerima obat, alat, hasil pemeriksaan penunjang
yang dibawa dan catatan khusus.
5) Melakukan pengkajian, membuat diagnosa keperawatan, intervensi dan implementasi keperawatan pada pasien
baru.
6) Mengorientasikan pasien dan keluarga
tentang tata tertib
ruangan, situasi dan kondisi
ruangan.
7) Memberi penjelasan tentang perawat dan dokter yang bertanggungjawab dan memperkirakan hari perawatan jika memungkinkan.
8) Memberikan penjelasan tentang sentralisasi obat pada pasien
9) Mendokumentasikan penerimaan pasien baru
c. Perawat associate
Membantu perawat
primer dalam pelaksanaan penerimaan pasien baru,melakukan pengkajian dan pemeriksaan fisik pada pasien
6.
Alur Penerimaan Pasien Baru
Pra
Pelaksanaan
![]() |

Post
7.
Memindahkan Pasien Saat Menerima Pasien Baru Dari IGD Untuk Dipindahkan Ke Ruang
Rawat Inap.
a. Pengertian memindahkan pasien
Mobilisasi merupakan
kemampuan seseorang untuk bergerak bebas,
mudah, teratur, mempunyai
tujuan memenuhi kebutuhan hidup
aktivitasnya guna mempertahankan kesehatannya (A.Aziz, 2001).
Sebaliknya keadaan imobilisasi adalah suatu pembatasan
gerak atau keterbatasan fisik dari anggota
badan dan tubuh itu sendiri
dalam berputar, duduk dan berjalan,
hal ini salah satunya dsebabkan
oleh berada pada posisi tetap dengan gravitasi
berkurang seperti saat duduk atau berbaring.
Memindahkan pasien merupakan suatu kegiatan yang dilakukan pada klien
(pasien) dengan kelemahan fungsional untuk berpindah dari kursi roda ke tempat tidur atau dari tempat tidur
ke brangkar.
b. Tujuan
1)
Melatih otot skelet untuk mencegah kontraktur atau sindrom disuse,
2)
Mempertahankan kenyamanan pasien,
3)
Mempertahankan kontrol diri pasien,
4)
Memindahkan pasien untuk pemeriksaan(diagnostik, fisik, dll.),
5)
Memungkinkan pasien untuk bersosialisasi,
6)
Memudahkan perawat yang akan mengganti
seprei (pada pasien yang toleransi dengan kegiatan
ini), dan
7)
Memberikan aktifitas pertama (latihan pertama) pada pasien yang tirah baring (memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda atau sebaliknya).
DAFTAR PUSTAKA
Gillies. 1989. Manajemen Keperawatan Suatu Pendekatan
Sistem. Alih bahasa :
Dika Sukmana .
Jakarta
Nursalam, 2002. Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam
Praktek Keperawatan Profesional. Jakarta : Salemba Medika

Tidak ada komentar:
Posting Komentar